SELAMAT DATANG SAHABAT


Minggu, 10 Februari 2013

Muslimin Bando

Muslimin Bando: Wujudkan Gerbang Emas

 

Kalau di televisi kita acap menonton iklan shampo three ini one, maka H. Muslimin Bando dikenal sebagai all in one, banyak profesi yang menyatu dalam hidup kesehariannya. Selain sebagai politisi, alumnus Program P a s c a S a r j a n a Universitas PGRI  A d i  B u a n a  S u r a b a y a  ini, juga adalah se-orang pendidik, pedagang, sekaligus peternak. Seolah ingin menunjukkan bahwa setiap manusia sejatinya memiliki potensi besar dalam dirinya yang jika diolah secara baik akan banyak hal yang dapat dilakukan.
Karena itu, Muslimin sangat prihatin dengan mereka yang tak mampu mengeksplorasi potensi dirinya dan terjerembab jadi penganggur. Lucunya karena menurut amatan pria kelahiran Buntutangla, Kecamatan Masalle, ini, di Enrekang justeru banyak terdapat penganggur, khususnya penganggur tidak kentara.
Menurut Muslimin, di Enrekang hampir setiap rumah tangga memiliki penganggur tidak kentara. Yang bekerja hanya kepala rumah tangga, sementara istri, anak dan kadang ada pula mertua yang justeru tidak produktif sehingga hanya menjadi tanggungan. Berbeda dengan orang Jawa, di mana dalam satu keluarga semua produktif. Bapaknya menjual bakso,ibunya menjual jamu, sedangkan anak-anaknya berjualan es, atau mengumpulkan barang bekas atau besi tua. Pola pikir mereka memang selalu berorientasi produktif, sementara masyarakat Enrekang terjebak dalam penyakit malas dan gengsi. ”Jadi ini juga menyangkut soal pola pikir yang lucunya sudah nyaris membudaya”, ujarnya. Yang menyedihkan, lanjut Muslimin karena Enrekang sesungguhnya memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah. Terutama s e k t o r p e r t a n i a n , perkebunan, peternakan, dan tambang. Begitu pula ketersediaan infrastruktur seperti jalan, jaringan listrik, dan sarana transportasi yang terus meningkat. Sayang,
kemajuan ini, tidak sepenuhnya mampu mengangkat taraf  h i d u p  m a s y a r a k a t , terbukti masih tingginya angka pengangguran, wabil khusus pengangguran tidak kentara. Menurut Ketua DPC PAN yang santer disebut
sebagai kandidat kuat Bupati Enrekang ini, telah menyiapkan berbagai program unggulan yang dikemas dalam tagline GERBANG EMAS (Gerakan Pembangunan menuju Enrekang yang Maju, Aman, dan Sejahtera.
Terkait pengelolaan sumber daya alam, menurut pencermatan Muslimin, sesungguhnya dapat membuka lapangan kerja andai masyarakat tidak terpaku pada upaya peningkatan produksi semata kemudian menjualnya ke pasar dalam bentuk gelondongan. Pikiran masyarakat sudah harus terbuka untuk mulai mengolah dan memberi nilai tambah kepada setiap komoditas. Paradigma petik, jual, harus diubah menjadi petik, olah, jual sehingga menghasilkan nilai ekonomi yang relatif tinggi. Tidak seperti selama ini, nasib petani lebih mirip seorang penjudi yang kehidupannya dipermainkan dalam ketidakpastian. Kalau harga komoditas bagus dan kebetulan produksinya menaik, maka taraf hidupnya relatif meningkat. Tetapi bila harga melorot apalagi  dengan tingkat produksi yang pas-pasan tentu tidak memberikan dampak ekonomi yang memadai, bahkan habis ditelan oleh biaya produksi. ”Di sinilah pemerintah dapat berperan menghadirkan industri pengolahan terutama yang berskala besar yang akan membuka lapangan kerja, meningkatkan income perkapita penduduk, serta menggairahkan kehidupan ekonomi secara makro”, kata suami Hj. Johrah ini. Seandainya Tuhan meridhai dan mayoritas masyarakat mendukung, sebagai kepala daerah Muslimin tidak akan menawarkan program yang muluk-muluk. Prioritas programnya adalah mengolah potensi utama Enrekang khususnya bidang petanian, perkebunan, dan peternakan yang merupakan lahan kehidupan sebagian besar warga. Terutama dengan memanfaatkan teknologi baik dalam rangka produksi maupun dan terutama dalam proses pengolahan. Apalagi sektor-sektor tersebut menggunakan tenaga kerja massal sehingga dapat menurunkan angka pengangguran secara signifikan dan dalam tempoyang tidak terlalu lama.
Bersisian dengan itu, Muslimin juga akan berusaha keras memacu dan memicu potensi serta jiwa wirausaha masyarakat. Pola pikir yang tertanam
kuat dalam benak warga untuk selalu mengarahkan anaknya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), harus diredam dengan meningkatkan semangat wirausaha yang mandiri. Pasalnya, seorang peternak dengan 10 ribu ekor ayam, misalnya, bukan saja penghasilannya lebih tinggi dari gaji pegawai negeri, tertapi juga akan membuka lapangan kerja bagi warga di sekitarnya.
”Mereka yang bergerak di sektor swasta ini, juga lebih berperan melakukan akselerasi pembangunan dibandingkan dengan pegawai negeri yang larut dalam rutinitas, apalagi mereka yang malas bekerja dan hanya siap menerima gaji setiap bulan”, ujar alumnus IKIP Ujungpandang tahun 1982 ini. Muslimin tak lupa mengurai keprihatinannya atas besarnya potensi daerah yang selama ini belum tergarap optimal. Banyaknya lahan yang terlantar mulai dari Salubarani sampai di SalukarajaE, yang andai diolah akan menghasilkan nilai ekonomi yang besar. Ada warga yang mempunyai lahan sampai 20 hektar, tetapi sapi peliharaannya cuma 20 ekor sepanjang tahun, sehingga tidak bisa dibedakan mana hutan dan mana lokasi peternakan. Begitu pula untuk bidang pertanian dan perkebunan, sehingga keterlibatan pemerintah sebagai fasilitator, sangat diharapkan. Dengan sentuhan APBD, paling tidak sebagai langkah awal, banyak hal yang dapat dilakukan pemerintah dalam mengajak dan warga agar terbuka mata dan pikirannya untuk mulai mengolah potensi besar yang terhampar di sekitarnya.
Berangkat dari keprihatinannya ini, Muslimin dengan idealismenya melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, bertekad ikut bertarung dalam pilkada Enrekang yang tak lama lagi bakal digelar. “Insya Allah saya siap mewakafkan diri buat masyarakat Enrekang jika mendapat kepercayaan dan direstui Allah SWT”, ujar pendiri SMA Muhammadiyah Kalosi Enrekang, ini.


BIODATA
Nama : H. Muslimin Bando
Pekerjaan : Wiraswasta
Tempat/Tgl Lahir : Buntutangla, 31-12-1956
Pendidikan Terakhir : Program PascaSarjana Univ. PGRI Adi Buana Surabaya, 2000

( Sumber Refrensi :  http://enrekangnews.com/tokoh/15-muslimin-bando-wujudan-gerbang-emas )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar